.

VISI DAN SPIRIT

Pada tahun 2025 RUMAH VISI KEPALA SEKOLAH dicita-citakan menjadi Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah sebagai Pemimpin Pembelajaran yang visioner, inspiratif, strategis, dan integritas.

  1. Sebaga─▒ pusat pengembangan, kami mencita-citakan RUMAH VISI KEPALA SEKOLAH menjadi Lembaga Swadaya Masyarakat profesional dalam penyiapan calon-calon kepala sekolah profesional.
  2. Sebagai pusat pemberdayaan, kami mencita-citakan RUMAH VISI KEPALA SEKOLAH menjadi Lembaga Swadaya Masyarakat profesional dalam: (a) penyelenggaraan program induksi bagi kepala sekolah baru, (b) penyelenggaraan program peningkatan kompetensi kepala sekolah secara berkelanjutan, (c) penyelenggaraan penilaian kinerja kepala sekolah; dan bahkan juga (d) penyelenggaraan program-program penghargaan dan perlindungan bagi kepala sekolah.
  3. RUMAH VISI KEPALA SEKOLAH dicita-citakan mampu membantu Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, dan Yayasan/Lembaga Pendidikan dalam pengembangan dan pemberdayaan kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di level sekolah yang mampu menampilkan kepemimpinan pembelajaran. Sekolah merupakan organisasi pembelajaran (learning organization). Keefektifannya sangat mempersyaratkan keberadaan kepala sekolah yang lebih menampilkan diri sebagai pemimpin pembelajaran visioner, inspiratif, strategis, dan penuh integritas.

Spirit kami adalah menghantarkan guru profesional menjadi kepala sekolah profesional. Spirit tersebut dilandasi asumsi dasar bahwa untuk menjadi kepala sekolah yang profesional, seseorang harus terlebih dahulu menjadi guru yang profesional dalam tugas utamanya, yaitu profesional dalam mengelola proses pembelajaran, mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian pembelajaran, dan bahkan sampai dengan pelaksanaan program pembelajaran remidi maupun pembelajaran pengayaan. Jabatan kepala sekolah, walaupun sebagai tugas tambahan, janganlah sekali-kali diamanahkan kepada guru yang tidak profesional. Namun untuk menjadi kepala sekolah yang profesional tidak cukup sekadar guru profesional, melainkan juga harus memiliki kompetensi kepemimpinan pembelajaran yang visoner, inspiratif, strategis, dan integriras. Di situlah letak pentingnya proses penghantaran guru profesional menjadi kepala sekolah profesional melalui pengembangan dan pemberdayaan kepala sekolah secara serius, sistemik, dan sistematis.

Silakan Memberikan Masukan Isi Halaman Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *