Tata Titi Tatag Tutug

TATA, TITI, TATAG, TUTUG

Pada hari Jum’at tanggal 12 Agustus 2016, tepatnya pukul 07.15 WIB saya melakukan kunjungan ke SDN Tunjungsekar 01 Kota Malang. Tujuan saya adalah melakukan wawancara mendalam dalam rangka penelitian kualitatif tentang kepemimpinan pembelajaran di sekolah unggul. SDN Tunjungsekar o1 memang merupakan salah satu sekolah dasar negeri yang unggul di Kota Malang.

Sekolah dasar tersebut terlihat sangat rindang, penuh dengan tumbuh-tumbuhan yang hijau dan segar, tertata rapih sekali. Sekolah dasar tersebut tepat sekali bila menyandang predikat sekolah dasar yang bersih dan sehat. Halamanya sangat luas dengan ruang-ruang kelas yang kokok dan dalam kondisi baik sekali. Ruang-ruang kelasnya pun terlihat bersih dan tertata rapih. Sungguh SDN Tunjungsekar 01 tersebut dapat dijadikan sebagai contoh atau model sekolah dasar yang bersih, rapih, sehat, dan tertata rapih. Saya membayangkan anak-anak didik di sekolah tersebut pasti nyaman dan kerasan atau betah berada di sekolah.

Begitu saya masuk ke ruang kepala sekolah, saya disambut oleh kepala sekolahnya. Sayang sekali saya belum mengetahui nama lengkap kepala sekolah tersebut, namun stafnya memanggilnya dengan panggilan Lina, yang baru menjadi kepala sekolah di SDN Tunjunsekar 01 Kota Malang belum genap setahun. Yang amat menginspirasi saya adalah bahwa di ruang kepala sekolah terpampang beberapa artifak, salah satunya adalah artifak yang bertuliskan TATA, TITI, TATAG, TUTUG. Begitu membaca artifat tersebut, saya langsung meminta Ibu Lina untuk menjelaskannya. Dengan panjang dan lebar beliau menjelaskan bahwa kepemimpinan di SDN Tunjungsekar 01 didasarkan prinsip-prinsip sebagaimana tertuliskan pada artifat tersebut. Wow … sangat inspiratif.

Ibu Lina menjelaskan bahwa dengan prinsip TATA, sekolah ditata atau diatur, atau dikelola sedemikian rupa sehingga seluruh komponen sistem berfungsi dengan baik. Dengan prinsip TITI, pelaksanaan seluruh pekerjaan harus teliti, cermat, kritis, sehingga tidak mengalami keselahan praktik. Keselahan mendidik anak sangat menghambat masa depan anak. Dengan prinsip TATAG berarti, kepala sekolah harus berani mengambil keputusan jika keputusan tersebut telah dipertimbangan secara matang, secara baik, dan betul-betul baik, sekalipun harus menanggung konsekuensi-konsekuensi tertentu, sekalipun bukan keputusan populer. Terakhir, dengan prinsip  TUTUG, berarti seluruh pekerjaan di SDN Tunjungsekar 01 harus selesai secara tuntas dan betul-betul tuntas, dari A sampai Z. Wow …. betul-betul inspiratif.

Leave a Comment