Malang, 1 Mei 2016

Malang, 1 Mei 2016

Yth. Bapak/Ibu Kepala Sekolah di seluruh Indonesia

Ass. Wr. Wb.

Hari ini, Minggu tanggal 1 Mei 2016. Alhamdulillah wa syukurillah kita masih dikaruniai kesempatan menghirup udara segar, sehat wal afiat.  Semoga Bapak/Ibu Kepala Sekolah di seluruh Indonesia selalu sukses dalam menjalankan tugas-tugas pengabdiannya selaku pemimpin pembelajaran di sekolah masing-masing.

Insyaallah besok, tanggal 2 Mei 2016, kita akan memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS). Hari Pendidikan Nasional bertepatan dengan lehirnya Ki Hajar Dewantara. Dalam kesempatan ini RUMAH VISI KEPALA SEKOLAH ingin mengedepankan beberapa sekaiktan Ki Hajar Dewantara dan konsep beliau tentang pendidikan.

Ki Hajar Dewantara seorang tokoh pendidikan nasional yang lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Beliau yang memiliki nama asli Raden Mas Soewandi Soeryaningrat adalah seorang pendorong dan pemimpin bangsa dalam gerakan kemerdekaan bangsa Indonesia. Karya-karya Beliau menjadi landasan dalam pengembangan pendidikan di Indonesia, sampai sekarang. Misalnya, kalimat-kalimat beliau yang sangat bijak dan  filosofis adalah “ing ngarso sung tulodo, in madyo mangun karso, tut wurti handayani.”  Kalimat-kalimat tersebut di atas selalu menjadi ajaran dan dasar-dasar pendidikan di Indonesia, bahkan menjadi slogan dan logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Nama Ki Hajar Dewantara tidak saja diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan nasional yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional, tetapi juga ditetapkan oleh Pemerintah sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui Surat Keputusan Presiden RI Nomor 305 Tahun 1959, tertanggal 28 November 1959.

Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intellect), dan tubuh anak.  Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak kita. Dengan demikian, esensi pendidikan adalah  mewujudkan proses pembelajaran yang dapat menfasilitasi peserta didik agar mereka memiliki peluang untuk mengembangkan potensi, baik potensi ketuhanan, kepribadian, kesehatan, kecerdasan, maupun keterampilannya sehingga menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki kepribadian yang luhur, wawasan yang luas, sehat jasmani dan rohani, dan terampil sebagaimana dibutuhkan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Terakhir, Ki Hajar Dewantara mengembangkan sekolah-sekolah yang disebutnya dengan sekolah “Taman Siswa.” Disebutnya dengan “taman” mengandung arti bahwa sekolah itu adalah taman yang sangat menyenangkan bagi siswa. Oleh karena itu marilah kita ciptakan sekolah kita menjadi sekolah yang menyenagkan siswa. Pembelajaran yang berlangsung di dalamnya hendaknya pembelajaran yang menyenangkan. Halaman sekolah hendaknya selalu rindang, menghijau, dan bersih. Kamar mandi sekolah selalu tampak bersih dan sehat. Seluruh sarana dan prasarananya terlihat besih, rapih, tertib dan menarik sehingga siswa selalu senang berada di sekolah. Pendidik dan tenaga kependidikannya berpenampilan yang bersih, rapih, dan sangat menarik sehingga para siswa senang belajar dalam kepemimpinan dan asuhan pendidik dan tenaga kependidikan.

Demikianlah betapa pentingnya konsep-konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara untuk diimplementasikan di sekolah kita masing. SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2016.

Terima kasih.

Wass. Wr. Wb.

IBRAHIM BAFADAL

Direktur RUMAH VISI KEPALA SEKOLAH

Leave a Comment