Malang, 1 Juni 2016

Malang, 1 Juni 2016

Yth. Bapak/Ibu Kepala Sekolah di seluruh Indonesia

 

Ass. Wr. Wb.

Kita patut memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Yang Maha Kuasa. Dengan kehendak-Nya kita pada hari ini masih bisa menghirup udara segar, selalu sehat wal afiat. Demikian pula kita patut bersyukur ke hadirat Allah Yang Maha Kuasa. Dengan kehendak-Nya kita masih diberi kesempatan mengemban amanah yang sangat mulia, yaitu menjadi kepala sekolah, menjadi manajer tertinggi di sekolah, menjadi pembina (supervisor) tertinggi di sekolah, dan menjadi pemimpin pembelajaran tertinggi di sekolah. Sungguh jabatan-jabatan tersebut merupakan amanah yang sangat mulia, baik di hadapan manusia, terutama masyarakat pendidikan Indonesia. Dan Insyaallah juga merupakan jabatan yang mulia di sisi Allah SWT.

Dalam kesempatan ini RUMAH VISI KEPALA SEKOLAH ingin mengedepankan tip-tip bagiamana seorang kepala sekolah menyikapi jabatan yang sangat mulia tersebut.

Pertama, Bapak/Ibu Kepala Sekolah wajib bersyukur dengan jabatannya tersebut. Yakinlah, bahwa jabatan itu adalah amanah dari Allah SWT. Dan Allah SWT memberikan jabatan tersebut, karena Allah SWT memandang Bapak/Ibu mampu mengemban amanah tersebut.

Kedua, Bapak/Ibu Kepala Sekolah harus bahagia dengan jabatan tersebut. Janganlah sekali-kali jabatan kepala sekolah dirasakan sebagai beban yang berat. Jika Bapak/Ibu yakin bisa mengemban amanah tersebut, maka Bapak/Ibu pasti bisa mengemban amanah tersebut. Dengan adanya keyakinan bahwa Bapak/Ibu Kepala Sekolah mampu mengemban amanah, maka keyakinan tersebut akan menjadi motivasi yang sangat dahsyat dalam bekerja.

Ketiga, marilah Bapak/Ibu Kepala Sekolah manata hati atau manata “niat.” Bapak/Ibu Kepala Sekolah harus memiliki niat “ibadah,” pengabdian, atau perjuangan dalam mengemban amanah sebagai kepala sekolah. Dengan menata hati sedemikian itu, insyaallah apa saja yang dikerjakanan Bapak Ibu Kepala Sekolah akan dicatat oleh Allah SWT sebagai amal baik dan akan mendapatkan pahala di sisi Allah SWT.

Keempat, Bapak/Ibu Kepala Sekolah harus selalu meningkatkan kompetensinya agar semakin sukses mengemban amanah sebagai manajer tertinggi di sekolah, pembina (supervisor) tertinggi di sekolah, dan pemimpin pembelajaran tertinggi di sekolah. Di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah ditagaskan ada lima standar kompetensi kepala sekolah/madrasah. Pertama, kompetensi kepribadian, meliputi: (1) memiiki integritas kepribadian sebagai pemimpin; (2) memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah; (3) bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi; (4) memiliki kemampuan dalam mengendalikan diri bilamana menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah; dan (5) memiiki minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan. Kedua, kompetensi manajerial, meliputi: (1) mampu memimpin sekolah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah/madrasah secara optimal melalui kepemimpinan transformasional; (2) mampu mengelola perubahan/pengembangan sekolah menuju sekolah sebagai organisasi pembelajar yang efektif; (3) mampu menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondusif dan inovatif  bagi pembelajaran peserta didik; dan (4) mampu mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia sekolah secara optimal. Ketiga, kompetensi kewirausahaan, meliputi: (1) mampu menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah; (2) bekerja keras untuk mencapai keberhasilan  sekolah sebagai organisasi pembelajar yang efektif; (3) memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai manajer sekolah; (4) pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi sekolah; dan (5) memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah sebagai sumber belajar peserta didik. Keempat, kompotensi supervise, meliputi: (1) mampu merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru; dan (3) mampu melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat; dan (3) mampu menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Kelima, kompetensi sosial, meluputi: (1) mampu bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah; dan (2) memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain

Terima kasih.

Wass. Wr. Wb.

IBRAHIM BAFADAL

Direktur RUMAH VISI KEPALA SEKOLAH

Leave a Comment