Malang 1 Agustus 2016

Yth. Bapak/Ibu Kepala Sekolah di seluruh Indonesia

 

Ass. Wr. Wb.

Pada hari ini kita memasuki bulan Agustus tahun 2016, yang tentunya mengingatkan kita kepada peristiwa yang sangat besar, sangat monumental sekali, dan penuh heroik,  yang dialami bangsa kita, bangsa Indonesia, yaitu kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung pada tanggal 17 bulan Agustus tahun 1945. Kita patut memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah S.W.T., dimana bangsa kita menjadi bangsa yang merdeka, bangsa yang bisa terlepas dari genggaman penjajah beratus-ratus tahun, dan insyaallah pada bulan ini kita akan merayakannya dengan aneka ragam perayaan sesuai dengan tradisi daerah masing-masing. Demikian pula segala puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah S.W.T. yang selalu memberikan bimbingan kepada kita, sehingga kita selalu berada di jalan yang lurus dalam mengemban amanah jabatan sebagai kepala sekolah, sebagai bagian yang amat sangat penting dalam mengisi kemerdekaan, dan insyaallah merupakan jabatan yang mulia di sisi Allah S.W.T.

Dalam kesempatan yang baik ini, saya atas nama RUMAH VISI KEPALA SEKOLAH ingin mengajak Bapak/Ibu Kepala Sekolah di seluruh Indonesia untuk melakukan tadabbur, melakukan perenungan kembali terhadap isi naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Saya sangat amat yakin Bapak/Ibu Kepala Sekolah di seluruh Indonesia telah tahu bahkan hafal isi naskah atau teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Namun marilah kita melakukan talaah dan perenungan lagi terhadap naskah tersebut. Maka perkenankanlah saya menyajikan isi naskah tersebut, sebagai berikut. “Bahwa sesunguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikamanusiaan dan perikeadilan. Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat dan sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan yang luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya. Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,  maka disusunlah kemerdekaan bangsa Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang berbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijkasanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) tersebut di atas, secara tegas diamanatkan bahwa salah satu tujuan bangsa Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Demikianlah, sehigga diproklamirkannya kemerdekaan Republik Indonesia oleh Proklamator Soekarno-Hatta pada tahun 1945 didasari oleh cinta-cita bangsa, dapat juga disebut dengan visi bangsa yang sangat besar, agung, dan mulia, salah satunya adalah kehidupan bangsa yang cerdas. Sudah barang tentu yang dimaksud dengan kecerdasan tersebut di atas adalah kehidupan bangsa Indonesia dengan warga negara yang cerdas komprehensif yang biasa disebut dengan insan kamil atau manusia paripurna, yaitu warga negara yang cerdas secara agama (dimensi aqidah), cerdas dalam berfikir (dimensi fikriyah), cerdas secara sosial-emosional (dimensi ijtima’iyah), dan cerdas dalam bidang pembangunan tertentu (dimensi siyasiyah).

Kecerdasan kehidupan bangsa meskipun merupakan karunia Ilahi, juga sebagian besar dipengaruhi hasil pendidikan, sebab secara hakiki pendidikan merupakan usaha sadar mewujudkan proses pembelajaran dalam rangka memberikan kesempatan kepada peserta didik guna mengembangkan potensi dirinya agar menjadi manusia cerdas dan terdidik (educated person). Oleh karena itu, kualitas pendidikan itu tidak hanya kepentingan peserta didik melainkan juga masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan yang berkualitas bukanlah kebutuhan diri peserta didik semata, melainkan juga dalam rangka menggapai visi bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka. Lebih lanjut, bilamana merujuk kepada hakikat pendidikan di atas, maka sebenarnya tugas utama  (core business) pendidikan dalam sistem persekolahan adalah pembelajaran. Tidak ada kualitas sekolah tanpa kualitas pembelajaran. Tidak ada lulusan yang cerdas komprehensif tanpa pembelajaran yang meritualisasikan potensi kecerdasan komperehsif.

Demikianlah, sehingga kita memang perlu menyelenggarakan aneka ragam kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini sesuai tradisi daerah kita masing-masing dalam rangka membangun komimmen kebangsaan, namun sebagai bagian yang amat sangat penting dari memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemenderkaan Republik Indonesia tersebut kita harus selalu melakukan gerakan perbaikan-perbaikan (change) mutu pendidikan atau mutu pembelajaran. Kualitas pendidikan dan pembelajaran di Indonesia harus selalu berubah dan meningkat. Bahkan lebih dari itu, dengan melihat fakta-fakta ketertinggalan kualitas pendidikan di Indonesia, kita wajib melalukan akselerasi peningkatan kualitas pendidikan. Apalah artinya sebuah bonus demografi yang sedang dan akan didapatkan bangsa Indonesia, bilamana penduduknya tidak memiliki kecerdasan komprehensif.

Akhirnya, keluarga besar RUMAH VISI KEPALA SEKOLAH Malang mengucapkan SELAMAT HARI ULANG TAHUN KE-71 KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2016. Wujudkan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang cerdas dengan kerja nyata. MERDEKA!!!

Mohon ma’af dan Terima kasih.

Wass. Wr. Wb.

IBRAHIM BAFADAL

Direktur RUMAH VISI KEPALA SEKOLAH

Leave a Comment